Pengertian dari kadar gula darah adalah banyaknya zat gula atau glukosa di dalam darah. Kadar gula darah senantiasa dapat mengalami perubahan, sehingga kadar gula darah perlu dijaga agar tetap dalam batas normal sehingga tidak terjadi gangguan di dalam tubuh.

Kadar gula darah normal pada seseorang dapat berbeda –beda, salah satu faktornya adalah perbedaan usia. Kadar gula darah tidak normal dapat mengakibatkan penyakit diabetes. Kadar gula darah juga  dipengaruhi oleh makanan yang kita makan dan kandungan yang terdapat di dalam makanan dan minuman tersebut, apakah terkandung nutrisi atau tidak, khususnya karbohidrat, jumlah insulin dan kepekaan sel sel tubuh terhadap insulin. Kadar gula yang terlalu tinggi (hiperglikemia) atau rendah (hipoglikemia) akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia.

Dampak Hiperglikemia dan Hipoglikemia Bagi Kesehatan

  • Hiperglikemia

Hiperglikemia dikatakan tinggi jika melebihi 200 mg/dL, dan dapat terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, yaitu hormone yang dilepas oleh pancreas. Insuli  berfungsi menyebarkan gula dari darah ke seluruh sel-sel tubuh agar bisa terjadi proses menjadi energy. Hiperglikemia sering terjadi pada penderita diabetes yang tidak menjalani gaya hidup sehat, seperti kurang berolahraga, terlalu banyak makan, atau lupa mengkonsumsi obat diabetes insulin. Selain itu juga dapat dipicu oleh stress dan infeksi serta mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Jika kadar gula darah mencapai 350 mg/dL atau lebih, gejala yang akan muncul adalah penglihatan buram, sangat haus, pusing, gelisah dan peurunan kesadaran. Disamping itu juga mereka yang normal tanpa diabetes juga masih bisa terkena hiperglikemia jika mereka sedang mengalami sakit yang serius. Jika ini tidak segera mendapatkan penanganan, maka kadar gula yang tinggi tersebut bisa memicu ketoasidosis diabetic atau yang dikenal dengan sindrom hiperglikemia hyperosmolar dan akibatnya bisa saja fatal. Disamping itu hiperglikemia apabila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat maka bisa saja menjalar pada gusi dan gigi. Bisa juga memicu berbagai penyakit lain yang diantaranya ada kulit, gagal ginjal, kemudian masalah tulang atau osteoporosis, lalu menjalar ke syaraf, kebutaan hingga berbagai penyakit jantung yang parah (jantung dan pembuluh darah).

  • Hipoglikemia

Sedangkan hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Biasanya, kondisi ini terjadi pada penderita diabetes, yaitu akibat efek samping obat antidiabetes yang dikonsumsi. Karena obat anti diabetes terlebih insulin mempunyai pengaruh besar pada penurunan kadar gula secara hebat. Mereka yang menderita diabetes, hipoglikemia bisa saja terjadi apabila mereka mengkonsumsi insulin ataupun obat antidiabetes tanpa ada keseimbangan dengan asupan makanan yang sehat. Selain  itu olahraga yang berlebihan juga dapat memicu kondisi ini.

Bukan hanya penderita diabetes, orang yang tidak menderita diabetes pun bisa mengalami  hipoglikimia termasuk yang mempunyai kadar gula rendah, beberapa penyebabnya adalah:

  • Terlalu banyak minum minuman berkadar alcohol
  • Menderita penyakit tertentu, seperti hepatitis, anoreksia nervosa, atau tumor pada pancreas.
  • Kekurangan hormon tertentu
  • Mengonsumsi obat obatan tertentu, misalnya quinine
  • Tanpa sengaja mengosumsi anti diabetes milik orang lain

Ketika kadar gula darah rendah, tubuh akan merasa lemas dan tidak bertenaga. Gejala lain yang bisa kalian alami adalah lapar, keluar keringat dingin, kulit pucat, jantung berdebar,kesemutann area mulut,gelisah,dan mudah marah. Dan untuk kadar gula yang terlalu rendah mempunyai ciri sebagai berikut ( kadarnya dibawah 40 mg/dl) yakni :

  • Bicara ngelantur
  • Sulit konsentrasi
  • Tidak mampu berjalan atau berdiri
  • Otot berkedut
  • Kejang kejang

Kalian harus tahu jika gejala ini didiamkan, maka kondisi ini dapat menyebabkan stroke, koma, bahkan lebih mengerikan dengan kematian.