Pendarahan dan flek kerap diindikasikan dengan keguguran. Bila dokter telah menyatakan keguguran sudah terjadi, Anda mungkin akan bertanya-tanya, kenapa setelah keguguran masih saja ada darah atau flek yang muncul, padahal proses keguguran sudah selesai. Dalam hal ini penting sekali agar Anda tanya dokter kandungan supaya mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Apa Yang Terjadi Pasca Mengalami Keguguran?

Menurut dr. N.B.Donny A.M.,SpOG, kondisi seorang paskah mengalami keguguran akan mengeluarkan darah. Hal ini bisa disebabkan oleh abortus inkomplit atau karena sisa jaringan yang masih tertinggal di dalam rahim dikeluarkan. Dengan penjelasan yang lebih sederhana, proses ini adalah nifas pasca keguguran. Menurutnya, selama seluruh jaringan janin yang ada di dalam rahim beluk dikeluarkan semua, maka seorang wanita akan mengalami pendarahan dari kemaluan. Apabila seluruh jaringan sudah keluar semua, umumnya dalam kurun waktu 1-2 minggu, wanita tersebut tidak akan mengalami pendarahan lagi.

Selain itu, untuk mengetahui penyebab keguguran yang dialami oleh wanita, sangat disarankan agar melakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini akan membantu pasien mengetahui apakah seluruh jaringan janin di dalam tubuh masih tersisa atau tidak. Apa bila ternyata masih ada sisa jaringan janin yang masih tertinggal di dalam rahim, biasanya dokter akan memberikan obat berupa uterotonika yang membantu mengeluarkan seluruh jaringan di dalam rahim.

Paskah pemberian obat ini, diharapkan sang ibu akan mengalami kontraksi sehingga jaringan ini bisa keluar. Meski demikian, proses ini berbeda-beda pada setiap pasien. Tergantung dari jenis obat yang diberikan. Namun, secara umum, waktu pembersihan jaringan janin ini mencapai satu minggu.

Apabila dalam waktu 2-4 minggu seluruh jaringan janin berhasil dikeluarkan, wanita yang sudah mengalami keguguran tersebut bisa mengalami haid kembali. Apabila masa ini sudah datang, artinya Anda sudah mengalami masa subur. Akan tetapi, Anda disarankan untuk menunda masa kehamilan sampai 2-3 kali siklus menstruasi supaya rahim bisa melakukan penyembuhan dengan sempurna.

Bagaimana Cara Membedakan Menstruasi Dengan Keguguran?

Membedakan keguguran dengan menstruasi memang sangat sulit bagi seorang wanita yang baru mengalami kehamilan pertama kali. Secara umum, keguguran ini memberikan banyak sekali gejala ketimbang proses menstruasi. Berikut adalah cara membedakannya:

  • Banyaknya darah saat menstruasi mirip dengan siklus pada umumnya yang terjadi pada Anda. Jadi akan deras di awal menstruasi kemudian mulai sedikit setelah mau selesai. Namun, keguguran akan memberikan volume darah yang lebih tinggi dan biasanya lebih lama durasinya.
  • Pendarahan karena keguguran biasanya akan mengeluarkan gumpalan dan jaringan yang biasanya tidak akan muncul ketika sedang menstruasi.
  • Saat menstruasi, Anda akan mengalami sakit kram, tapi ketika keguguran, Anda akan mengalami rasa sakit seperti sedang kontraksi.
  • Darah menstruasi biasanya berwarna pink hingga kecoklatan. Apa bila Anda melihat darah yang tidak seperti biasanya, bisa jadi Anda mengalami menstruasi.
  • Saat Anda mengalami pendarahan ketika sedang hamil, pastikan untuk mengunjungi dokter sesegera mungkin. Meskipun keguguran ini tidak bisa dicegah, dokter akan melakukan serangkaian prosedur atau tes untuk mengetahui apakah Anda benar-benar kehilangan bayi Anda atau ada penyebab lainnya.

Untuk mengetahui apakah Anda sedang mengalami keguguran atau tidak, dokter akan melakukan tes ultrasound untuk mengetahui detak jantung janin, serta mungkin Anda akan diminta untuk melakukan tes chorionic gonadotropin (hcG). Semoga informasi di atas membantu Anda.